Kopi dan Kanker

Kopi dan Risiko Kanker: Fakta Ilmiah di Baliknya

Kopi dan Risiko Kanker: Fakta Ilmiah di Baliknya

Kopi adalah minuman yang sangat populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Banyak orang mengandalkan kopi untuk meningkatkan konsentrasi, mengusir rasa kantuk, atau sekadar dinikmati di waktu santai. Namun, masih banyak perdebatan mengenai dampak kopi terhadap kesehatan, salah satunya adalah kaitannya dengan penyakit kanker.

Apakah Kopi Bisa Menyebabkan Kanker?

Kekhawatiran bahwa kopi bisa menyebabkan kanker sempat muncul karena senyawa bernama akrilamida, yang terbentuk saat proses pemanggangan biji kopi. Akrilamida adalah senyawa kimia yang diklasifikasikan sebagai “kemungkinan karsinogenik” bagi manusia oleh International Agency for Research on Cancer (IARC).

Namun, kandungan akrilamida dalam kopi sangat kecil. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tingkat paparan dari minum kopi jauh di bawah batas berbahaya. Selain itu, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa akrilamida dalam kopi menyebabkan kanker pada manusia.

Penelitian Ilmiah: Manfaat vs Risiko

Studi besar yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2016 menyimpulkan bahwa tidak ada bukti bahwa konsumsi kopi menyebabkan kanker. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi bisa membantu menurunkan risiko kanker tertentu, seperti:

  • Kanker hati
  • Kanker endometrium (rahim)
  • Kanker kolorektal
  • Kanker prostat (untuk pria)
Fakta penting: WHO telah mencabut kopi dari daftar zat yang “mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia” (kelompok 2B), dan menempatkannya dalam kategori yang tidak berbahaya jika dikonsumsi wajar.

Kenapa Masih Ada Kekhawatiran?

Beberapa studi yang mengaitkan kopi dengan kanker biasanya melihat pada konsumsi kopi yang sangat panas. Minuman yang dikonsumsi pada suhu di atas 65°C dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan jaringan pada kerongkongan, yang bisa meningkatkan risiko kanker esofagus.

Oleh karena itu, risiko bukan pada kopi itu sendiri, tetapi pada cara mengonsumsinya.

Tips Aman Menikmati Kopi

  • Minum kopi setelah suhu menurun sedikit, jangan langsung setelah diseduh
  • Batasi konsumsi hingga 3–4 cangkir per hari (jumlah yang dianggap aman oleh para ahli)
  • Hindari terlalu banyak gula dan krimer buatan
  • Pilih kopi yang tidak mengandung tambahan bahan kimia

Kesimpulan

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa kopi menyebabkan kanker. Justru, banyak studi menunjukkan manfaat kopi dalam mencegah beberapa jenis kanker dan penyakit kronis lainnya. Namun, penting untuk mengonsumsinya dengan cara yang bijak, terutama menghindari suhu yang terlalu panas dan membatasi jumlah harian.

Seperti halnya makanan dan minuman lainnya, kunci utamanya adalah moderasi. Jika Anda menikmati secangkir kopi setiap hari, tidak perlu khawatir berlebihan. Yang penting, tetap jaga pola hidup sehat secara keseluruhan.

Ditulis oleh: Tim j-i.my.id

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama